Minggu, 02 Februari 2020

Nobar Film "Ngenest" & Bincang-bincang Tionghoa di Indonesia

Banyak sekali pergumulan yang dihadapi oleh masyarakat Tionghoa di Indonesia, berhadapan dengan stigma-stigma yang muncul mengenai masyarakat Tionghoa sangatlah meresahkan bagi mereka, sama halnya yang dialami oleh Ernest dalam Film “Ngenest” yang telah ditayangkan dalam nonton bareng ini pada kegiatan Surabaya Interfaith Forum pada tanggal 31 Januari 2020 di Klenteng Boen Bio Surabaya. Namun ternyata tak hanya pada film itu saja keresahan mengenai stigma yang menempel pada masyarakat Tionghoa, pembicara kita selaku Js. Liem Tiong Yang pun juga merasakannya. Beliau menceritakan beberapa diskriminasi yang ia lewati semasa hidupnya, mulai dari mendapatkan cemoohan “Cina!”, diskriminasi sosial, arahan untuk berganti nama Indonesia dan yang lainnya pun telah beliau rasakan. Namun, beliau tetap gigih dengan satu prinsip yaitu “Keberanian”. Dengan keberanian itu pasti akan mampu membaur dengan masyarakat sekitar, meskipun memang tidak mudah dan pasti merasakan permulaan yang berat. 
Ketua Surabaya Interfaith Forum - photo by @yonathanawaw
Nobar Film Ngenest karya Ernest Prakasa - photo by @yonathanawaw
Berbicaralah persoalan diskriminasi maupun hal sejenisnya yang mampu menciptakan “Gap” diantara masyarakat Indonesia, ingatlah, bahwa kita adalah masyarakat yang tinggal di bawah rumah Bhinneka Tunggal Ika. Semangat persatuan dan kesatuan bukan hanya sekadar kata-kata atau semboyan yang sering kita dengar, akan tetapi harus diimplementasikan secara nyata di dalam kehidupan sehari-hari. 

Js. Liem Tiong Yang - photo by @yonathanawaw

Etnis Tionghoa atau masyarakat Khonghucu pun juga demikian, marilah kita ikut andil dalam menjaga kerukunan antarsesama agar tercipta kerukunan yang sejati. Saling mengenal satu sama lain dan saling melengkapi sebagai Warga Negara Indonesia adalah tugas kita bersama untuk mewujudkan Indonesia lebih baik.

Written by @abrahamdyllonwinata_ & @ajengadindaa
Editor @yonathanawaw

Tidak ada komentar:

Posting Komentar